Ahli Bioteknologi (Biotechnologist)

Hai, Rupawan People! Perlu kamu tahu bahwa minat di bidang sains dan riset bisa membawamu mendapatkan karir yang luar biasa, lho. Salah satunya adalah Ahli Bioteknologi

Ahli Bioteknologi (Biotechnologist)

Biotechnologist (Ahli Bioteknologi) merupakan sebutan untuk para ahli yang memanfaatkan ilmu biologi dalam pengembangan teknologi.

Teknologi yang dikembangkan oleh ahli bioteknologi ini berkaitan dengan pemanfaatan makhluk hidup atau organisme. Seperti virus, bakteri, fungi maupun produk yang dihasilkan makhluk hidup, misalnya alkohol dan enzim. Untuk kemudian digunakan dalam proses pembuatan produk baru yang lebih bermanfaat dan mampu mengatasi masalah yang ada di kehidupan sehari-hari.

Sebetulnya bioteknologi sudah digunakan sejak dulu terutama di bidang pangan, seperti misalnya dalam pembuatan tempe, keju, bir dan roti. Sementara kini, bioteknologi pun juga sudah berkembang di berbagai sektor industri, dari sektor kesehatan, pertanian, peternakan hingga sektor perairan.

Tugas yang mereka lakukan termasuk melakukan pengembangan vaksin baru untuk penyakit tertentu dan meningkatkan produksi pakan ternak. Termasuk mengembangkan rekombinan DNA yang nantinya berguna untuk meningkatkan kualitas tanaman yang lebih tahan hama dan kekeringan, hingga menggemukan hewan ternak.

Profil Industri Pekerjaan Ahli Bioteknologi

Industri ini memiliki peluang yang cukup besar jika ditekuni secara serius, terutama peluang secara global. Kamu bahkan bisa bekerja di berbagai sektor industri dengan gaji yang cukup menjanjikan. Misalnya di bidang pertanian, produksi bahan kimia, produk makanan, organisasi penelitian, organisasi lingkungan hidup, rumah sakit, laboratorium hingga universitas. Meski demikian, prospek karir yang paling banyak dan cocok ada di sektor industri dan medis secara khusus.


Serba-serbi Pekerjaan Ahli Bioteknologi yang Harus Kamu Ketahui

Buat kamu yang serius ingin bekerja di bidang ini, pastikan untuk memahami seluk-beluknya terlebih dahulu. Misalnya saja dari segi kualifikasi yang dibutuhkan, minat apa yang perlu dimiliki hingga soal gaya hidup dan tempat kerjanya. Agar semakin jelas, simak dulu rangkuman serba-serbi dari profesi ahli bioteknologi berikut ini.

๐Ÿ˜Š Minat yang Dibutuhkan Sebagai Seorang Ahli Bioteknologi

Untuk menjalankan suatu profesi, tentu dibutuhkan minat yang paling sesuai bukan? Begitu pun di profesi yang satu ini, karena itu penting untuk menyesuaikan minat yang kamu miliki. Lantas minat apa saja yang diperlukan di bidang ini? Berikut beberapa diantaranya,

  • Suka bekerja di laboratorium, seperti menyiapkan peralatan, perlengkapan, dan media yang diperlukan untuk suatu percobaan. Serta membuat diagram, merencanakan percobaan dan mengeksekusi percobaan tersebut hingga menulis laporannya.
  • Penelitian ilmiah, sesuatu yang berkaitan dengan suatu rencana yang dibuat untuk mengajukan pertanyaan dan menguji kemungkinan jawabannya. Biasanya hal ini dimulai dengan pengamatan yang kemudian berujung dengan pertanyaan yang selanjutnya menghasilkan hipotesis.
  • Biologi, ilmu yang berkaitan dengan organisme atau makhluk hidup serta keterkaitan dengan proses vital yang mereka alami.
  • Kimia, ilmu tentang benda atau materi, didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang, serta perubahan yang bisa dialami materi ketika berada di lingkungan dan kondisi yang berbeda.
  • Fisika, ilmu alam atau sains yang mempelajari tentang materi serta gerak dan juga perilakunya serta interaksinya.
  • Matematika, ilmu yang mempelajari tentang angka, termasuk algoritma, teori bilangan, aljabar, hingga ruang dan bentuk.
  • Teknik, ilmu terapan yang dipergunakan untuk membantu manusia, terkait teknologi.

๐ŸŽ“ Kualifikasi untuk Menjadi Seorang Ahli Bioteknologi

Agar bisa menjadi seorang ahli bioteknologi, umumnya kamu akan diharuskan untuk menyelesaikan pendidikan sarjana. Terutama di bidang ilmu bioteknologi atau bidang sains lainnya yang berkaitan dengan ilmu alam.

Kamu juga bisa menjadi seorang ahli bioteknologi dengan gelar sarjana di bidang teknik kimia, lho. Hampir semua jurusan di teknik biologi bisa berkarir menjadi seorang ahli bioteknologi.

โ›ฑ๏ธ Gaya Hidup Seorang Ahli Bioteknologi

Bidang pekerjaan ini memiliki jam kerja reguler, dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore dengan 5 hari kerja. Meskipun demikian, mereka pun mungkin juga harus bekerja hingga malam hari atau di akhir pekan. Karena pada umumnya, profesi ini termasuk pekerjaan dengan jam kerja shift. Hal ini tak lain untuk memastikan hasil penelitian yang dilakukan tetap terpantau dengan baik.

๐Ÿง‘โ€๐Ÿ’ป Lokasi Tempat Kerja Seorang Ahli Bioteknologi

Hampir sebagian besar pekerjaan seorang ahli bioteknologi dikerjakan di sebuah laboratorium dengan tingkat sterilisasi yang cukup tinggi. Hal ini demi menjaga hasil riset dan penelitian yang dilakukan karena memakan waktu yang tidak sebentar. Selain di laboratorium, lokasi tempat kerjanya biasanya di area industri (pabrik).


Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Seorang Ahli Bioteknologi

Selain gelar sarjana biologi maupun dari bidang ilmu terkait lainnya, seorang ahli bioteknologi juga diharuskan memiliki skill yang mendukung. Lantaran, profesi ini bukan sekedar membutuhkan kecerdasan di atas kertas tetapi juga kerja nyata.

Berikut ini, beberapa skill penting yang sangat dibutuhkan dalam pekerjaan ini, diantaranya.

  • Mampu berinovasi dan memiliki kemauan untuk selalu ingin mempelajari teknologi-teknologi baru yang setiap hari bisa muncul dari mana saja.
  • Pendekatan logis dan analitis serta berpikir kritis, terlebih ketika melakukan eksperimen dan kegiatan penelitian lainnya, agar apa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan memberikan solusi
  • Kemampuan dalam memecahkan suatu permasalahan, serta memiliki kemampuan dalam merumuskan ide, membuat perencanaan eksperimen dengan matang dan menginterpretasikan hasil dalam sebuah laporan tertulis dengan detail.
  • Mahir dalam mengoperasikan komputer yang sangat dibutuhkan untuk menyimpan dan menganalisis hasil data eksperimental dan produk.
  • Memiliki ketekunan, ulet dan motivasi untuk memikirkan kembali serta memulai lagi eksperimen yang sebelumnya mungkin sempat gagal atau kurang berhasil.
  • Mampu menggunakan berbagai jenis peralatan ilmiah, termasuk melakukan pengukuran dengan sangat cermat, hati-hati dan penuh ketelitian.

Jenjang Karir Pekerjaan Sebagai Seorang Ahli Bioteknologi

โ€œBioteknologiโ€ merupakan istilah yang cukup luas dan mencakup banyak peran, mulai dari penelitian lanjutan (high-level) hingga manufaktur. Untuk bekerja di bidang penelitian, kamu akan membutuhkan gelar sarjana di bidang keilmuan yang relevan. Setelah mengambil spesialisasi di satu bidang, kamu mungkin akan merasa sulit untuk pindah ke bidang yang lain.

Sebagai ahli bioteknologi, kamu bisa memilih bekerja sebagai peneliti swasta maupun di lembaga penelitian milik pemerintah. Jenjang karirnya sendiri tak jauh berbeda dan lebih dipengaruhi dari segi tingkat pendidikan serta kegiatan penelitian yang dilakukan. Berikut ini sedikit rangkuman tentang jenjang karir sebagai seorang ahli bioteknologi.

๐Ÿ’ผ Mulai dengan Mengikuti Magang

Kamu mungkin bisa memulai karir di bidang ini dengan menjadi peserta magang sebagai sambil belajar untuk mendapatkan gelar atau kualifikasi di industri. Misalnya saja dengan menjadi seorang teknisi laboratorium yang mungkin banyak yang tidak terpikirkan.

๐Ÿ’ผ Mengambil Pendidikan Lanjutan dengan Jurusan yang Sesuai

Selain mengikuti magang atau praktek kerja langsung di industri, kamu juga perlu menyelesaikan pendidikan sarjana (S1). Terutama di bidang biologi, kimia, ilmu dan teknologi pangan hingga biokimia.

Jurusan-jurusan tersebut akan membawa kamu menjadi seorang ahli bioteknologi. Agar kualifikasi kamu semakin meningkat, kamu pun bisa melanjutkan pendidikan tinggi dengan jurusan yang lebih spesifik untuk mendapatkan gelar magister atau doktoral.

๐Ÿ’ผ Berkarir Sebagai Seorang Ahli Bioteknologi

Ada banyak sekali peluang untuk mengambil spesialisasi di satu bidang tertentu jika kamu ingin berkarir di industri ini. Namun masing-masing cabang bioteknologi ini memerlukan pendidikan lanjutan yang lebih spesifik. Berikut ini beberapa karir yang bisa kamu pilih dalam profesi ahli bioteknologi, antara lain.

  • Analis Biofarmasi, menerapkan teknik tertentu, seperti rekayasa genetika, untuk mengembangkan obat baru yang digunakan untuk mengobati suatu penyakit, seperti radang sendi dan tekanan darah tinggi.
  • Ilmuwan Klinis, bekerja di rumah sakit dengan melakukan uji klinis dan menganalisis data untuk mengembangkan terapi baru, atau memberikan diagnosis yang nantinya akan digunakan oleh para staf medis.
  • Ahli Bioteknologi Bahan Bakar Dan Kimia, melakukan penelitian di bidang pembuatan bahan bakar yang lebih bersih dan aman untuk lingkungan, seperti bioetanol, atau bahan baru, seperti plastik biodegradable, yang jauh lebih ramah lingkungan daripada banyak produk yang beredar di pasaran saat ini.
  • Insinyur Biomedik, menggabungkan teknologi, desain, dan kedokteran untuk menciptakan suatu peralatan medis. Seperti alat untuk penopang sendi atau instrumen bedah robotik, hingga merancang atau memodifikasi peralatan untuk pasien dengan kebutuhan khusus untuk membantu kebutuhan rehabilitasi atau mengelola penggunaan peralatan klinis di rumah sakit.
  • Ahli Biokimia, umumnya mereka ini bekerja di perusahaan pangan, farmasi maupun lembaga riset milik pemerintah maupun swasta, khususnya di bidang research and development. Mereka meneliti reaksi kimia yang terjadi pada organisme hidup, terutama untuk meneliti pengaruh dari suatu obat, makanan dan alergi tertentu pada tubuh.
  • Ilmuwan Biomedis, melakukan uji klinis dan uji laboratorium untuk meneliti metode pengobatan penyakit tertentu dan kondisi terkait kesehatan yang lainnya.
  • Ahli Mikrobiologi, mempelajari mikroorganisme seperti bakteri, virus, alga, jamur, hingga beberapa jenis parasit. Ini dilakukan untuk mencoba memahami bagaimana organisme tersebut hidup, tumbuh, dan berinteraksi dengan lingkungan. Serta memahami bagaimana organisme tersebut memengaruhi kehidupan manusia dan bagaimana cara terbaik untuk memanfaatkannya.
  • Ilmuwan Pangan, menggunakan ilmu kimia, biologi, dan ilmu-ilmu lain untuk mempelajari unsur-unsur dasar makanan. Mereka menganalisis kandungan nutrisi makanan, menemukan sumber makanan baru, dan meneliti cara membuat makanan olahan aman dan lebih sehat.
  • Ahli Bioteknologi Pembuatan Bir, salah satu contoh aplikasi ilmu bioteknologi pada bahan pangan yang lebih spesifik. Misalnya dengan menemukan metode pembuatan bir dan penyimpanan produk fermentasi yang lebih baik.
  • Ahli di Bidang Biomanufaktur, seorang ahli bioteknologi dan manufaktur yang memanfaatkan sistem biologis demi menghasilkan biomolekul dan biomaterial yang memiliki nilai komersial serta digunakan dalam pembuatan obat-obatan, pemrosesan minuman dan makanan hingga aplikasi industri.
  • Ahli Epidemiologi, menyelidiki pola dan penyebab penyakit, cedera hingga wabah. Mereka berusaha untuk mengurangi risiko dan terjadinya efek kesehatan yang negatif melalui penelitian, pendidikan masyarakat dan kebijakan kesehatan.

Karir di bidang bioteknologi ternyata punya banyak sekali spesifikasi yang bisa diambil atau ditekuni. Kamu tak hanya akan menemukan peluang karir sebagai peneliti saja tapi juga di bidang administrasi lainnya. Selain itu, kamu juga akan terlibat di berbagai penelitian menarik dan inovatif terutama di bidang medis dan juga pangan.

Gimana Rupawan People, makin tertarik untuk berkarir di bidang ini? Jika iya, maka kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh dan memang punya minat di bidang ini, agar kamu bisa menjalani pekerjaan dengan maksimal, ya!