Trimetilamina N-oksida (TMAO)

Apakah kamu makan secara teratur? apakah kamu menjaga pola makanmu? Jawaban dari pertanyaan ini sangat penting untuk menentukan kesehatanmu di masa yang akan datang. Pola makan yang teratur dapat membuat tubuhmu menjadi lebih sehat.

Trimetilamina N-oksida (TMAO)

Jika kamu suka mengonsumsi makanan yang mengandung daging ikan, maka kamu disarankan mempertimbangkan diri kamu untuk melakukan pemeriksaan terkait dengan trimetilamina N-oksida kamu.

Apa itu Trimetilamina N-oksida?

Trimetilamina N-oksida atau singkatnya TMAO ini adalah senyawa yang dibuat oleh hati kamu. Ketika kamu mengonsumsi daging merah, kuning telur, dan produk susu, maka tanpa kamu sadari kamu sama saja dengan mengunyah kolin.

Kamu juga mendapatkan L-carnitine dari daging merah dan beberapa minuman energy dan juga suplemen. Bakteri usus kamu kemudian akan mencerna kolin trimetilamina (TMA) yang kemudian diubah oleh hati kamu menjadi sebuah senyawa yang disebut dengan TMAO.

Pengaruh Tingkat TMAO pada Tubuh

Kamu juga perlu mengetahui tingkatan TMAO pada tubuh sehingga kamu bisa tahu apa dampak yang akan terjadi pada tubuh kamu. Jika kamu memiliki tingkat TMAO yang tinggi, kamu beresiko lebih besar untuk terkena serangan jantung, stroke, dan bahkan kematian.

Berdasarkan penelitian dari Cleveland Clinic yang telah menunjukkan bahwa orang-orang dengan tingkat TMAO tertinggi 2.5 kali lebih beresiko untuk mendapatkan ketiga kondisi seperti diatas. Bahkan juga bisa terkena faktor resiko penyakit lain seperti, tekanan darah tinggi dan diabetes.

TMAO ini tidak hanya memudahkan kolestrol menumpuk pada arteri kamu dan akhirnya membentuk plak ( akar yang merupakan penyebab penyakit jantung), tetapi juga dapat mengurangi kemampuan tubuh kamu untuk membuang kolesterol LDL (atau kolestrol jahat).

Untuk menentukan apakah tingkat TMAO kamu tinggi atau tidak, kamu bisa mencobanya dengan menggunakan tes darah. Saat ini, Cleveland Heart Lab di Ohio adalah salah satu dari sedikit laboratorium yang menawarkan pemeriksaan ini.

Dengan ini, kamu bisa memodifikasi program diet kamu dengan menurunkan atau membatasi atau menghindari makanan seperti produk susu penuh lemak dan mentega, daging merah, dan suplemen dan minuman energy yang mengandung kolin, fosfatidilkolin (lesitin), dan L-carnitine.

Kemudian kamu bisa beralih ke program diet Mediterania atau diet nabati saja, karena vegan dan vegetarian umumnya menghasilkan sedikit TMAO.